Tampilkan postingan dengan label Cabang Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cabang Olahraga. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Desember 2013

Hakekat Lari Cepat Jarak Pendek


Lari cepat jarak pendek yang lazim disebut sprint merupakan kelompok nomor lari dengan jarak tempuh sangat dekat. Tujuan utama dari sprint adalah mencapai kecepatan lari secara maksimal dan mempertahankan kecepatan lari tersebut selama mungkin sampai melewati garis akhir dalam waktu yang paling singkat. Nomor sprint diklasifikasikan dalam jarak 100 meter, 100 meter gawang, 110 meter gawang, 200 meter, 400 meter, 400 meter gawang, estafet 4 x 100 meter, dan estafet 4 x 400 meter. 

Jarak sprint ini diklasifikasikan lagi oleh Ballesteros (1993) menjadi sprint pendek (100 m, 200 m, 100 mgw, 110 mgw) dan sprint panjang (400 m dan 400 mgw). Klasifikasi yang dikemukakan oleh Ballesteros hanya didasarkan pada aktivitas murni yang dilakukan seorang atlet ketika meraih prestasi dalam suatu perlombaan tanpa ada bantuan dari orang lain (temannya) misalnya pada estafet 4 x 100 m dan estafet 4 x 400 m. Kemenangan yang diperoleh dari kedua nomor di atas tidak ditentukan oleh satu orang saja tetapi ditentukan oleh kerja sama dari keempat pelari yang terpilih sehingga jarak 4 x 100 m, 4 x 400 m tidak dimasukan dalam klasifikasi jarak tersebut, akan tetapi kedua jarak ini merupakan bagian dari nomor sprint yang dimasukan dalam acara perlombaan resmi International Athletic Amateur Federation (IAAF). 

Mengacu pada tujuannya, kecepatan merupakan sifat biomotor bagi atlet sprint yang dimaksudkan sebagai suatu kemampuan untuk melakukan gerakan khusus dalam waktu yang paling singkat. Sprint juga merupakan keterampilan gerak yang didapat melalui pemahaman atau aturan-aturan pada prinsip belajar gerak (motor-learning). Menurut pemikiran tradisional, sprinter itu dilahirkan dan bukan dihasilkan. Hal ini menjadi benar ketika mengacu pada ungkapan bahwa tidak mungkin ada pelari kelas dunia tanpa dukungan genetik. Di pihak lain, seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan hasil-hasil penelitian menyebabkan batasan ini tidak banyak dipakai karena memang pemahamannya terlalu sempit. 

Seperti telah dinyatakan, bahwa seorang atlet bukan dilahirkan tetapi dihasilkan. Kata dihasilkan mengandung arti, atlet itu dibentuk melalui suatu proses pelatihan yang terencana dalam suatu perencanaan program pelatihan secara sistematis, berkesinambungan dan berlandaskan IPTEK kepelatihan olahraga prestasi khusus pada nomor tersebut. Banyak ilmu kepelatihan olahraga prestasi khusus nomor sprint, yang harus dipahami sebelum melaksanakan tugas melatih. Dukungan ilmu pengetahuan yang dimaksud antara lain adalah biomekanika, anatomi, fisiologi, biomotorik, tes dan pengukuran, psikologi, pengetahuan proses melatih dan pengetahuan tentang penyusunan program pelatihan. Dukungan ilmu yang terkait dengan mekanik sprint adalah biomekanika.

Dukungan biomekanika terkait dengan penampilan seorang sprinter dapat dikaji dari jalur pergerakan, mekanik sprint dan faktor pendukung pergerakan. Dari arah gerak atau jalur pergerakan, lari termasuk dalam gerak linier. Dikatakan demikian karena arah pergerakan yang dilakukan berada pada satu jalur dengan tidak mengubah arah gerakannya ketika bergerak dari garis awal sampai melewati garis akhir. Lukman (2003) menjelaskan bahwa tubuh mengalami gerak linier berkenaan dengan gerak rotasi dari beberapa ruasnya. Misalnya, pada cabang olahraga renang, jalan dan lari. Secara teori, yang membuat seseorang dapat berlari adalah adanya gerak sudut pada lengan dan tungkai secara kontinyu tanpa mengubah arah gerak tubuh dan didukung oleh komponen biomotor ability yang dominan. Gambetta (1991) menjelaskan pertimbangan biomekanik dalam sprint terdiri atas phase of the race (start, acceleration, maximum speed, speed endurance), sprint mechanics (posture, arm action, leg action), stride length and stride frequency. Dukungan biomekanik di atas menegaskan bahwa fase-fase perlombaan lari terdiri atas fase start, fase akselerasi, fase kecepatan maksimal dan fase mempertahankan kecepatan sampai melewati garis akhir. Sedangkan mekanik lari meliputi posisi tubuh saat berlari, aksi dari lengan dan tungkai yang meliputi kecepatan gerak ayun, ketinggian gerak ayun dan sudut yang dibentuk, yang diaktualisasikan dalam stride frequensy dan stride length. 

Fase start merupakan fase awal dalam perlombaan lari. Tujuan dari start dalam sprint tidak hanya memenangkan start sebagaimana anggapan para atlet, tetapi tujuan pada fase start adalah mencapai kepesatan gerak dan mendapatkan posisi tubuh yang seimbang dalam koordinasi antara gerak ayun lengan dan tungkai untuk akselerasi secepat mungkin melalui efisiensi distribusi tenaga saat fase start, termasuk reaksi terhadap tembakan dan keluar dari start block. Struktur dari fase start jongkok terbagi atas empat bagian yaitu posisi di start block, posisi siap, posisi keluar dari start block, dan posisi gerakan awal aksi berlari.

Minggu, 18 Agustus 2013

Permainan Sepakbola



Sepakbola adalah olahraga yang dimainkan oleh dua regu yang masing-masing regu beranggotakan 11 (sebelas) orang pemain dan salah satunya adalah seorang penjaga gawang. Masing-masing tim mempertahankan sebuah gawang dan mencoba memasukkan bola ke gawang lawan (Sarumpaet, 1992: 5). Sepak bola merupakan permainan yang memakan waktu selama 2 x 45 menit. Selama waktu satu setengah jam itu, pemain dituntut untuk seanantiasa bergerak dan bukan hanya sekedar bergerak, namun dalam bergerak tersebut masih melakukan berbagai gerak fisik lainnya seperti berlari sambil menggiring bola, berlari kemudian harus berhenti tiba–tiba, berlari sambil berbelok 90 derajat, bahkan terkadang 180 derajat. Melompat, meluncur, beradu badan, bahkan terkadang berlanggar dengan pemain lawan dalam kecepatan yang tinggi.

Permainan sepakbola sendiri merupakan cabang olahraga yang menuntut banyak kreatifitas tehnik serta menuntut keberanian berbuat dan kepercayaan diri seorang pemain. Dalam hal ini penguasaan tehnik dasar serta kemampuan menerapkannya dalam permainan yang lebih diutamakan. Semakin sempurna tehnik dasar seorang, maka dia semakin dapat mengatasi persoalan yang terjadi di lapangan, seperti menghindari serangan lawan. Lebih penting lagi pemain dapat mengangkat kwalitas tim (Syafi’i, 1996: 23).

Sepakbola merupakan cabang olahraga yang bersifat permainan yang menuntut penguasaan beberapa unsur penunjangnya. Unsur-unsur tersebut adalah unsur teknik, fisik, taktik dan mental yang baik. Tentang pentingnya unsur tersebut, Luxbacher (1997: 1) mengemukakan bahwa gerakan pemain yang lancar dan terkontrol mengekspresikan individualitasnya dalam permainan beregu. Kecepatan, kekuatan, stamina, keterampilan dan pengetahuan mengenai taktik, semuanya merupakan aspek yang penting dari penampilan. Berbagai tantangan yang dihadapi oleh pemain mungkin menjadi daya tarik utama dalam permainan ini. 

Untuk menghasilkan seni bermain sepakbola yang tinggi (Perfect Football) pemain dituntut untuk menguasai keterampilan dalam bermain sepakbola yang pada dasarnya dapat dibagi atas :
1. Teknik tanpa bola yaitu keterampilan melakukan gerakan-gerakan tanpa bola baik dalam bentuk lari, lompat, gerak tipu dan lain sebagainya dengan tujuan untuk membuka pertahanan lawan atau memberi kesempatan teman satu tim melakukan aksi perorangan dalam upaya mencetak gol.
2. Teknik dengan bola yaitu keterampilan melakukan aksi dengan bola, misalnya : menendang, menghentikan, menggiring, menyundul bola, menipu lawan atau merampas bola dari kaki lawan yang kesemuanya dilakukan dengan kecepatan tinggi. (Muchtar, 1992: 64)

Oleh karena itu permainan sepakbola merupakan permainan beregu yang menekankan pentingnya kerjasama regu (team work) maka kelihatan seolah olah tehnik dasar tersebut tidak atau kurang nampak, misalnya suatu tim yang memperagakan permainan sekali sentuh (one touch play) dengan tempo tinggi.

Disamping teknik-teknik dasar tersebut di atas, terdapat beberapa faktor lain yang perlu diperhatikan dalam permainan sepakbola yaitu taktik, fisik, dan mental. Menurut Muchtar (1992: 79), taktik atau strategi dalam sepakbola adalah cara penempatan/posisi setiap pemain, ruang gerak serta pembagian tugas dari setiap pemain, baik pada saat menyerang maupun bertahan.

Taktik yang dipakai oleh sebuah tim selalu berubah, tergantung dari kondisi yang terjadi selama permainan berlangsung. Pada intinya ada dua taktik yang digunakan yaitu taktik penyerangan dan taktik pertahanan. Dari beberapa pendapat di atas dikatakan bahwa keterampilan sepakbola adalah suatu kecakapan untuk melakukan gerakan-gerakan dalam sepakbola yang terdiri dari kombinasi tehnik dan fisik serta ditunjang taktik dan motivasi melakukan gerakan. Maka dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa unsur fisik, teknik, taktik dan mental yang harus dimiliki oleh atlet sepakbola. Unsur taktik dan mental juara lebih banyak ditentukan peran seorang pelatih.

Setelah dijelaskan bahwa keterampilan erat kaitannya dengan tingkat kecakapan dan kemahiran khususnya sepakbola, maka perlu ada semacam tes untuk mengukur tingkat keterampilan tersebut. Sehubungan dengan ini, Nurhasan menyebutkan bahwa : tes keterampilan cabang olahraga sepakbola merupakan suatu tes yang akan mengukur keterampilan pada siswa dalam cabang olahraga (Nurhasan, 2005: 3).

Senin, 28 Januari 2013

Futsal


Futsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua tim, yang masing-masing beranggotakan lima orang. Tujuannya adalah memasukkan bola ke gawang lawan, dengan memanipulasi bola dengan kaki. Futsal dipopulerkan di Montevideo, Uruguay pada tahun 1930, oleh Juan Carlos Ceriani. Keunikan futsal mendapat perhatian di seluruh Amerika Selatan, terutamanya di Brasil. Ketrampilan yang dikembangkan dalam permainan ini dapat dilihat dalam gaya terkenal dunia yang diperlihatkan pemain-pemain Brasil di luar ruangan, pada lapangan berukuran biasa. Pele, bintang terkenal Brasil, contohnya, mengembangkan bakatnya di futsal. Sementara Brasil terus menjadi pusat futsal dunia, permainan ini sekarang dimainkan di bawah perlindungan Fédération Internationale de Football Association di seluruh dunia, dari Eropa hingga Amerika Tengah dan Amerika Utaraserta Afrika, Asia, dan Oseania.


Permainan futsal menggunakan lapangan yang rata, halus dan tak abrasif. Lapangan futsal berukuran panjang 25-42 meter dan lebar 16-25 meter. Lingkaran tengah berdiameter 6 meter. Daerah pinalti diukur dari dua garis imajiner 6 meter yang diambil dari masing-masing luar tiang gawang. Kemudian garis imajiner 6 meter ditarik untuk membentuk seperampat lingkaran. Bagian atas dari masing-masing seperempat lingkaran dihubungkan dengangaris 3.16 meter yang sejajar dengan garis gawang. Daerah yang dibatasi oleh garis-garis dan garis gawang adalah area penalti. Titik pinalti ada 2 di tiap-tiap daerah, titik pertama berjarak 6 meter dari garis gawang dan titik kedua berjarak 10 meter dari garis gawang. Zona pergantiaan pemain berjarak 5 meter dari garis tengah pada sisi tribun pemain.



Jumlah pemain dalam permainan futsal adalah 5 pemain termasuk kiper dan maksimal 7 pemain cadangan. Permainan tidak akan dilaksanakan apabila dalam satu tim terdiri dari 2 pemain atau kurang. Pergantian pemain dalam futsal tidak terbatas dengan metode pergantian melayang. Pergantian melayang adalah pergantian yang aturannya semua pemain kecuali penjaga gawang boleh memasuki dan meninggalkan lapangan kapan saja, pergantian penjaga gawang hanya dapat dilakukan jika bola tak sedang dimainkan dan dengan persetujuan wasit.

Durasi permainan futsal yaitu dengan menggunakan 2 babak yang setiap babak berdurasi 20 menit. Lama istirahat antar babak maksimal 10 menit. Apabila dalam durasi diatas skor masih imbang, maka akan dilakukan perpanjangan waktu dengan 2 babak yang masing-masing babak berdurasi 5 menit. Jika dalam perpanjangan masih menghasilkan skor yang sama, makan akan dilakukan adu pinalti dengan jumlah tembakan maksimal 5 kali dalam 1 tim. Dalam permainan futsal tiap tim mempunyai hak untuk meminta 1 time out dalam 1 babak dengan lama waktu time out adalah 1 menit perbabak.

Rabu, 26 Desember 2012

Pukulan Forehand Tenis

Pukulan Forehand (Roetert, P. 2011: 5)

Pukulan forehand merupkana stroke yang paling umum dipakai dalam tenis (Lardner, 2000: 31). Di dalam bermain tenis pukulan forehand merupakan salah satu tehnik dasar dalam bermain tenis yang membutuhkan komponen kekuatan otot lengan, karena komponen kekuatan merupakan kemampuan gerak dasar fisik atau aktivitas fisik manusia. Dalam pelaksanaanya forehand untuk dapat memukul bola melewati net dari daerah baseline dan bola yang harus dipukul jatuh di daerah baseline lapangan diperlukan kemampuan fisik tertentu yaitu kekuatan tangan dan kekuatan lengan untuk mengayunkan raket. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan Ellenbecker (1995) dalam Renstrom (2002: 117) pergelangan tangan dan lengan bawah menunjukkan 20-30% kekuatannya lebih besar pada lengan yang dominan untuk fleksor dan ektensor pada saat memukul bola tenis. Sehingga dalam belajar tenis kekuatan harus diarahkan pada lengan, tangan, pergelangan tangan dan bahu, untuk meningkatkan ke efektipan pukulan-pukulan dalam bermain. Pelatihan kekuatan pada, lengan dan pergelangan tangan merupakan faktor penting dalam bermain tenis karena berbagai pukulan yang dilakukan secara berulang-ulang hal ini tergantung dari kuatnya otot yang berkontraksi (Renstrom, 2002: 117) 

Pukulan forehand merupakan pukulan yang paling sering dan mudah dalam pelaksanaannya, Pukulan Forehand bergantung pada, otot bisep pectorals dan otot deltoids untuk menentukan kerasnya pukulan dalam bermain tenis. Seorang elit tenis dari Australia (Roetert, P. 2011: 116) mengatakan bahwa In the modern game of tennis, as much as 75 percen of all shots are forhand and sevice using the beceps muscle. Sedangkan lengan bawah dan pergelangan tangan mengikuti gerakan pada saat memukul bola, pukulan ini tidak semudah yang kita bayangkan. Banyak pukulan forehand yang meleset dalam sebuah pertandingan ataupun pada proses latihan. Keberhasilan dalam melakukan forehand masih membutuhkan penggunaan tehnik yang tepat untuk memaksimalkan tembakan tersebut serta kekuatan otot lengan untuk memperoleh kecepatan bola ke daerah lawan pukulan forehand adalah pukulan yang paling dasar dan paling mudah diajarkan dalam tenis lapangan. Pukulan Forehand dilakukan dengan telapak tangan yang memegang raket dihadapkan ke depan dan posisi raket berada pada samping kanan badan. 

Pukulan forehand dilakukan dengan posisi lengan kanan saat memukul bola berada disebelah bahu kiri dan kaki kanan berada di depan kaki sebelah kiri, bagi pemain kidal posisi lengan berada pada bahu sebelah kanan, demikian pula sebaliknya bagi pemain kidal. Hal ini di perjelas Jim Bron (2002) dalam Roetert (2011:5) mengatakan bahwa: Pukulan forehand dilakukan dengan cara mengayunkan raket ke belakang dalam arah paralel garis lurus ke lapangan atau dalam bentuk agak memutar ke posisi dimana raket berada agak di bawah pinggang dan menunduk. 

Anatomy Forehand (Roetert, P. 2011) 

Prosedur pelaksanaan pukulan forehand (http://prasoo.wordpress.com) 

Prosedur pelaksanaan pukulan forehand: 

1. Gerakan dimulai dari pergerakan badan menuju arah bola dan kita telah menentukan tempatnya zona bola akan dipukul. Zona yang baik untuk memukul tenis dengan grip continental (Gambar 1) atau eastern adalah pada daerah di depan badan, disekitar bawah perut. 

2. Kemudian raket diayunkan ke belakang bersamaan dengan rotasi bahu tangan, tangan yang tidak memegang raket kedepan, kaki kiri maju kedepan dan badan tegak lurus terhadap garis baseline atau net untuk melakukan closed stance (Gambar 2 dan 3) 

3. Ketika bola telah masuk pada zona pukulan yang dikehendaki, kemudian raket diayunkan kedepan menuju titik kontak antara bola dan raket (Gambar 4) 

4. Raket kontak dengan bola dan usahakan bola berada pada sweetsport dari raket untuk kesempurnaan dari pukulan tersebut (Gambar 5) 

5. Setelah terjadi kontak maka kita melakukan followthrough dengan cara raket tetap diayunkan hingga melintasi badan kita kearah kira-kira jam 11 (Gambar 6) 

Sabtu, 22 Desember 2012

Olahraga Tenis



Tenis merupakan salah satu cabang olahraga yang dimainkan oleh semua orang baik laki-laki maupun perempuan dari segala tingkatan usia. Bahkan juga dapat dilakukan oleh penyandang cacat dengan tenis khusus bagi mereka. Oleh karena itu tenis cukup mempunyai banyak penggemar dan bagi yang menggelutinya. Menurut Lardner (2000: iii) tenis merupakan latihan yang istimewa, karena latar belakang dan tradisinya tenis mengajarkan etika, sikap mental positif serta penghargaan terhadap aturan-aturan. Permainan ini dilakukan di atas lapangan berbentuk empat persegi yang dipisahkan oleh net, panjang lapangan 23,77m dan lebar 10,97m untuk pemain ganda (double) dan 8,23m untuk permainan satu lawan satu (single). Lapangan tenis lapangan terbuat dari semen, tanah dengan campuran pasir halus (gravel), bahkan dapat dimainkan di atas tanah yang dilapisi batu bata halus. 

Gambar Lapangan tenis 

Klub tenis pertama yang didirikan adalah Leamington di Perancis oleh J.B. Perera, Harry Gem, Dr. Frederick Haynes, dan Dr. Arthur Tompkins pada tahun 1872. Pada masa itu, tenis disebut sebagai pelota atau lawn rackets. Dalam tahun 1874 permainan tenis telah pertama kali dimainkan di Amerika Serikat oleh Dr. James Dwight dan F.R. Sears. Sementara itu, All England Croquet Club pun telah didirikan pada tahun 1868. Dua tahun setelah itu dibukalah kantornya di Jalan Worple, Wimbledon (Wikipedia, 2012: 2)

Dalam bermain tenis dibantu oleh sebuah raket untuk menjalankan bolanya ke daerah lawan. Prinsip dasar dalam bermain tenis adalah memukul bola sebelum atau sesudah memantul dilantai melewati atas net dan masuk ke dalam lapangan permainan lawan. Jadi dapat dikatakan bahwa permainan tenis adalah olahraga yang dilakukan di atas lapangan berbentuk empat persegi panjang dengan meggunakan bola kecil untuk dipukul dengan raket hingga melewati net dan masuk ke daerah lapangan lawan, raket bersenar diperkenalkan pertama kali pada abad ke-15 oleh Antonio dan Scalo, seorang pastur berbangsa Italia. Ia menulis aturan umum bagi semua permainan yang menggunakan bola, termasuk tenis. Majalah Inggris Sporting Magazine menamakan permainan ini sebagai tenis lapangan (lawn tennis). Dalam buku Book of Games And Sports, yang diterbitkan dalam tahun 1801, disebut sebagai tenis panjang. Tenis pada mulanya merupakan permainan masyarakat kelas atas yang terkenal di zaman Ratu Victoria, lalu ditiru oleh golongan menengah, yang menjadikannya sebagai permainan biasa (Wikipedia, 2012: 2) 

Dalam bermain tenis ada beberapa tehnik dasar yang harus dikuasi oleh seorang pemain seperti service, forehand, backhand dan smash, menurut Wikipedia ( 2012: 3) tehnik-tehnik dasar yang harus dikuasai dalam bermain tenis : 1) Forehand : sebuah pukulan dimana telapak tangan yang memegang raket dihadapkan ke depan. 2) Backhand: sebuah pukulan dimana punggung tangan yang memegang raket dihadapkan ke depan. 3) Smash: sebuah pukulan keras yang menghantam sebuah bola tanpa menyentuh tanah di atas kepala dan diarahkan ke lapangan sang lawan. 4) Volley: pukulan forehand atau backhand sebelum bola memantul dilapangan. 5) Service: pukulan pertama yang diberikan untuk menandai berlangsungnya suatu permainan.

Minggu, 09 Desember 2012

Teknik Shooting Bolabasket


1. Pandangan
Pada saat akan menembak ke sasaran, pusatkan mata pada titik sasaran, bisa dibagian belakang dari ring, atau tepat pada sisi muka lingkaran bagian depan, atau pada samping papan. Konsentrasi pada titik sasaran dan jangan mengikuti gerakan bola atau tangan penjaga. Konsentrasi pada titik sasaran dapat mengurangi gangguan seperti : teriakan, tangan lawan atau pelanggaran.

2. Keseimbangan
Keseimbangan memberikan tenaga dan kontrol irama tembakan. Posisi kaki adalah dasar keseimbangan dan menjaga kepala segaris dengan kaki sebagai kontrol keseimbangan. Tekuk kaki, ini akan memberikan tenaga penting untuk tembakan, terutama bagi pemain pemula.

3. Posisi Tangan
Tempatkan tangan yang tidak menembak di bawah bola, berat bola seimbangkan oleh dua jari yaitu jari manis dan kelingking. Tempatkan tangan yang menembak secara langsung di belakang bola, jari telunjuk di titik tengah dan bola dilepaskan dari jari telunjuk. Menempatkan tangan yang menembak tepat di belakang bola dan menempatkan tangan yang tidak menembak di bawah bola supaya menjaga keseimbangan.

4. Persejajaran Siku Bagian Dalam
Pegang bola di depan dan di atas bahu untuk menembak, antara telinga dan bahu, pertahankan siku-siku tetap di dalam saat siku anda di dalam, bola sejajar dengan basket, tekuk siku lengan saat memutar lengan bagian bawah dan pergelangan keluar dan ke atas, sehingga bola berada di atas telapak tangan dan di atas bahu dengan pergelangan tangan mengarah ke belakang. Bahu adalah sebagai engsel, siku lengan mengarah ke ring basket dan antara lengan bawah dan telapak tangan membentuk huruf “L” jika dilihat dari samping. Siku lengan berada di sisi dalam dan mengarah ke ring basket.

5. Irama Menembak
Irama menembak adalah sinkronisasi/ keterpaduan antara kaki, pinggang, bahu, siku tembak, kelenturan pergelangan, dan jari tangan saat melakukan tembakan. Jump shot harus disertai lompatan dan kemudian pada puncak lompatan tembakan bola dengan lengan, pergelangan dan jari dengan seluruh tenaga. Angkat bola secara serentak dengan kaki, punggung dan bahu anda seakan melayang di udara ketika melepaskan bola.

6. Follow-Through
Follow-through sangat penting untuk memperoleh putaran bola yang baik. Dengan follow-through yang baik, telapak tangan akan menghadap ke bawah ke arah lantai. Pertahankan pandangan pada sasaran dan lengan tetap di atas pada posisi penyelesaian follow-through sampai bola menyentuh ring lalu bersikap kembali untuk rebound atau masuk pada posisi bertahan.

Bola Tangan (Pengertian dan Teknik Dasar)



Bola tangan merupakan permainan beregu yang menggunakan bola sebagai alatnya, yang dimainkan dengan menggunakan satu atau kedua tangan (Mahendra, 2000). Permainan ini hampir sama dengan permainan bola basket, akan tetapi permainan ini menggunakan gawang futsal untuk mencetak poin. Dapat dikatakan permainan ini merupakan kombinasi antara permainan basket dan futsal. Dalam permainan ini bola dapat dilempar, dipantulkan, atau ditembakkan. Tujuan dari permaian ini adalah memasukkan bola sebanyak-banyaknya ke gawang lawan dan mencegah agar tim lawan tidak dapat memasukkan bola ke gawang sendiri (Mahendra, 2000).

Bola tangan dibedakan menjadi dua macam permainan yaitu bola tangan outdoor dan indoor. Pada permainan handball outdoor, menggunakan 11 pemain termasuk dengan kipernya. Sedangkan pada handball indoor menggunakan 7 pemain termasuk dengan kipernya. 

Keterampilan dasar permainan bola tangan wajib dimiliki oleh setiap pemain bola tangan. Mahendra (2000) menyebutkan keterampilan teknik dasar yang wajib dikuasai oleh setiap pemain bola tangan, yaitu:

1. Passing (mengumpan)
a. Dua tangan (two hand)
1) Chest pass
Chest pass merupakan passing yang umum dilakukan pada permainan ini. Umpan ini difokuskan dari dada ke dada teman. Chest pass merupakan awalan untuk pembelajaran teknik dasar permainan bol tangan.

2) Overhead pass
Overhead pass merupakan passing yang dilakukan dari atas kepala dengan tujuan untuk menghindari jangkauan atas lawan. Passing ini juga merupakan awalan untuk pembelajaran teknik dasar permainan bola tangan.

3) Underhand/bounce pass
Underhand pass merupakan passing yang dilakukan dari sekitaran bawah lengan. Passing ini bertujuan untuk menghindari jangkauan lawan. Passing ini juga merupakan awalan untuk pembelajaran teknik dasar permainan bola tangan.

b. Satu tangan (one hand)
1) Javeline/baseball pass
Javeline pass pelaksanaannya harus dilakukan dengan mengikuti prinsip maximum time-distance, yaitu lemparan harus dilakukan dalam waktu yang secepat-cepatnya dengan jarak yang jauh dan membutuhkan sikap lemparan yang maksimum.

2) Side pass
Side pass merupakan passing dengan menggunakan satu tangan dan dilakukan pada samping tubuh pemain. Passing ini berguna untuk mengecoh atau menipu lawan.

3) Reverse pass
Reverse pass merupakan passing dengan melewatkan bola darri belakang tubuh pemain. Passing ini untuk mengecoh atau menipu lawan.

2. Dribble (menggiring)
Dribble merupakan keterampilan yang cukup sulit karena memerlukan koordinasi mata-tangan yang tinggi. Pelaksanaan pantulan antara dribble di tempat dan dribble bergerak memerlukan pentesuaian gaya dan sikap tubuh.

3. Shooting (menembak)
Shooting merupakan lemparan yang bertujuan untuk mencetak poin. Teknik dasar ini sangat vital dalam permainan bola tangan. Maka daripada itu banyak macam-macam shooting yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi pemain saat akan mencetak poin. Macam-macam shooting adalah sebagai berikut:
a. The standing throw shot
b. The jump shot
c. The dive shot
d. The fall shot
e. The side shot
f. The flying shot
g. The reverse shot