Senin, 17 Desember 2012

Hakikat Pelatihan


Pelatihan merupakan sebuah proses yang dilakukan untuk mempersiapkan atlet untuk mencapai atau meningkatkan prestasi. Coaching adalah satu proses pemberian pola, aturan, dan pengertian untuk belajar dalam kondisi yang baik (Hadisasmita, 1996: 23). Dalam kondisi yang baik atlet akan dapat melakukan kegiatan latihan dengan baik hingga pada suatu saat akan terjadi perubahan perilaku yang tadinya tidak terampil menjadi terampil. Melalui latihan, seseorang mempersiapkan dirinya untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam istilah fisiologisnya, seseorang mengejar tujuan perbaikan sistem organisme dan fungsinya untuk mengoptimalkan prestasi atau penampilan olahraganya. Dengan kata lain, latihan merupakan usaha untuk mempersiapkan diri untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai atlet. 

Pelatihan juga didefinisikan suatu proses yang berurutan dan berulang-ulang dalam melakukan latihannya. Hal ini senada dengan Harsono (1982 dalam Harsono, 1988: 101) yang menyatakan bahwa pelatihan juga didefinisikan sebagai suatu proses yang sistematis dari berlatih atau bekerja yang dilakukan secara berulang-ulang, dengan kian hari kian bertambah beban pelatihannya ataupun pekerjaannya. Proses yang sistematis adalah proses yang berurutan dalam melakukan proses pelatihan sesuai dengan program latihan.

Tujuan utama pelatihan adalah untuk membantu atlet meningkatkan keterampilan dan prestasi semaksimal mungkin dan juga untuk perbaikan sistem organisme dan fungsinya untuk mengoptimalkan prestasi atau penampilan olahraganya. Sedangkan tujuan pelatihan fisik untuk mempertahankan dan meningkatkan kemampuaan kinerja fisik (Rosmawati, 2007: 172). Menurut Bompa (2009: 30) tujuan utama pelatihan yaitu meningkatan kapasitas kerja atlet, keefektifan keterampilan, dan kualitas psikologi untuk meningkatkan performa dalam kompetisi. 

Pada intinya tujuan dari pelatihan adalah untuk meningkatkan dan mempertahankan derajat kebugaran jasmani agar tercapai kemampuan kerja fisik yang optimal demi prestasi yang akan diraih. Secara fisiologis dapat dikatakan tujuan pelatihan adalah untuk perbaikan sistem organisme tubuh. Selain dari segi fisiologis, pelatihan juga dapat meningkatkan kualitas psikologi atlet dalam peningkatan performa selama kompetisi.  Dari penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa tujuan utama pelatihan adalah untuk mencapai prestasi yang maksimal. Demi tercapainya tujuan dari pelatihan tersebut, maka dalam penyusunan program pelatihan harus melihat prinsip-prinsip pelatihan agar prestasi yang ingin diraih cepat meningkat. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar